Salah satu keterampilan terpenting yang harus dimiliki guru dalam Kurikulum Merdeka adalah kemampuan menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) yang baik. TP yang tepat menjadi fondasi seluruh rancangan pembelajaran — dari kegiatan, asesmen, hingga pengayaan dan remedial.

Apa Itu Tujuan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka?

Tujuan Pembelajaran adalah pernyataan spesifik tentang apa yang diharapkan dapat dilakukan siswa setelah mengikuti serangkaian kegiatan belajar. TP diturunkan dari Capaian Pembelajaran (CP) — dokumen resmi yang ditetapkan Kemendikbudristek.

TP bukan sinonim CP. CP bersifat umum dan mencakup periode panjang (satu fase, 2-3 tahun). TP lebih spesifik dan direncanakan untuk satu atau beberapa sesi pembelajaran.

Komponen TP yang Baik

TP yang terukur harus memuat setidaknya tiga komponen:

  1. Siapa yang diharapkan mencapai (siswa)
  2. Apa yang harus dilakukan (kata kerja operasional + konten)
  3. Kondisi dan standar (dalam konteks apa, seberapa baik)

Contoh TP yang baik: “Siswa dapat menganalisis penyebab Perang Dunia II berdasarkan minimal 3 sumber sejarah berbeda secara tertulis.”

Contoh TP yang kurang baik: “Siswa memahami Perang Dunia II.” — terlalu umum, tidak terukur.

Memilih Kata Kerja Operasional yang Tepat

Kata kerja operasional menentukan level kognitif yang dituju. Gunakan Taksonomi Bloom yang telah diperbarui:

C1 - Mengingat (Remember)

Kata kerja: menyebutkan, mendefinisikan, mengidentifikasi, membuat daftar, mengulang

Contoh TP: “Siswa dapat menyebutkan 5 unsur teks laporan hasil observasi.”

C2 - Memahami (Understand)

Kata kerja: menjelaskan, merangkum, mengklasifikasikan, membandingkan, menafsirkan

Contoh TP: “Siswa dapat menjelaskan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan menggunakan diagram.”

C3 - Menerapkan (Apply)

Kata kerja: menggunakan, menghitung, melaksanakan, memecahkan, mendemonstrasikan

Contoh TP: “Siswa dapat menghitung volume bangun ruang gabungan menggunakan rumus yang tepat.”

C4 - Menganalisis (Analyze)

Kata kerja: menganalisis, membedakan, mengorganisasikan, menguraikan, membandingkan

Contoh TP: “Siswa dapat menganalisis dampak positif dan negatif revolusi industri terhadap kehidupan masyarakat.”

C5 - Mengevaluasi (Evaluate)

Kata kerja: menilai, mengkritik, membenarkan, memvalidasi, menilai

Contoh TP: “Siswa dapat mengevaluasi keefektifan solusi yang diajukan teman terhadap masalah lingkungan.”

C6 - Mencipta (Create)

Kata kerja: merancang, membuat, menghasilkan, mengembangkan, merumuskan

Contoh TP: “Siswa dapat merancang prosedur eksperimen sederhana untuk menguji hipotesis tentang fotosintesis.”

Langkah Praktis Menurunkan TP dari CP

  1. Baca CP dengan seksama — identifikasi kompetensi dan elemen konten yang tercakup
  2. Pecah CP menjadi bagian-bagian lebih kecil — setiap bagian bisa menjadi satu atau beberapa TP
  3. Tentukan level kognitif yang sesuai — pertimbangkan usia dan fase siswa
  4. Pilih kata kerja operasional — pastikan dapat diobservasi dan dinilai
  5. Tambahkan konteks dan standar — kapasitas, produk, atau kondisi yang memperjelas ekspektasi
  6. Uji keterbacaan — apakah TP ini dapat dipahami oleh siswa jika dibacakan langsung?

Kesalahan Umum dalam Menulis TP

  • Menggunakan kata kerja mental yang tidak terukur: “memahami”, “mengetahui”, “menghayati”
  • TP terlalu luas sehingga tidak bisa dicapai dalam satu sesi
  • TP tidak selaras dengan asesmen yang dirancang
  • Mengabaikan aspek keterampilan dan sikap, hanya fokus pada pengetahuan
  • Menyalin langsung teks CP tanpa menurunkannya menjadi kompetensi yang lebih spesifik

Menggunakan AI untuk Menyusun TP

Teknologi AI kini dapat membantu guru menyusun TP dari CP dengan lebih cepat. Platform seperti PijarAI memungkinkan guru memasukkan teks CP dan mendapatkan saran TP yang sudah menggunakan kata kerja operasional yang tepat. Hasilnya tetap perlu dikritisi dan disesuaikan dengan konteks kelas, namun dapat menghemat waktu signifikan dalam perencanaan.