Salah satu perubahan mendasar dalam Kurikulum Merdeka adalah pergeseran paradigma penilaian — dari yang semata-mata bersifat sumatif (nilai akhir) menuju keseimbangan antara asesmen formatif dan sumatif. Memahami perbedaan keduanya adalah kunci implementasi Kurikulum Merdeka yang efektif.
Asesmen Formatif: Penilaian untuk Pembelajaran
Asesmen formatif dilakukan selama proses pembelajaran, dengan tujuan utama memberikan umpan balik untuk memperbaiki proses belajar — bukan untuk memberi nilai akhir.
Tujuan Asesmen Formatif
- Memantau perkembangan pemahaman siswa secara real-time
- Mengidentifikasi miskonsepsi atau kesulitan belajar sebelum terlambat
- Memberikan umpan balik yang membantu siswa tahu langkah perbaikan
- Membantu guru menyesuaikan strategi pembelajaran
Waktu Pelaksanaan
Sepanjang proses pembelajaran — di awal (diagnostik), di tengah sesi, di akhir setiap pertemuan.
Contoh Bentuk Asesmen Formatif
- Pertanyaan lisan saat pembelajaran berlangsung
- Exit ticket: siswa menjawab 1-2 pertanyaan di akhir pelajaran
- Jurnal belajar atau refleksi mingguan
- Diskusi kelompok dengan observasi guru
- Kuis singkat tidak berbobot
- Peer feedback terstruktur
- Observasi langsung saat praktikum atau proyek
Apakah Formatif Masuk ke Rapor?
Dalam Kurikulum Merdeka, hasil asesmen formatif tidak langsung masuk nilai rapor. Namun, informasi dari formatif sangat berharga untuk menentukan nilai sumatif yang akurat dan menulis deskripsi rapor yang bermakna.
Asesmen Sumatif: Penilaian dari Pembelajaran
Asesmen sumatif dilakukan di akhir satu unit, satu semester, atau akhir tahun untuk mengukur sejauh mana siswa telah mencapai Tujuan Pembelajaran.
Tujuan Asesmen Sumatif
- Mengukur ketercapaian TP pada akhir periode belajar
- Memberikan bukti formal untuk laporan kemajuan (rapor)
- Menentukan apakah siswa siap melanjutkan ke unit/fase berikutnya
Waktu Pelaksanaan
Di akhir unit pembelajaran (Sumatif Lingkup Materi/SLM) atau di akhir semester (Sumatif Akhir Semester/SAS).
Contoh Bentuk Asesmen Sumatif
- Ujian tertulis (pilihan ganda, uraian)
- Produk akhir (makalah, poster, model)
- Presentasi proyek
- Portofolio yang dikurasi
- Penampilan/performance (seni, olahraga, praktikum)
Perbandingan Kunci
| Aspek | Formatif | Sumatif |
|---|---|---|
| Tujuan utama | Memperbaiki proses belajar | Mengukur hasil belajar |
| Waktu | Selama pembelajaran | Akhir unit/semester |
| Masuk rapor? | Tidak langsung | Ya |
| Dampak pada siswa | Rendah taruhan | Tinggi taruhan |
| Pengguna utama info | Guru & siswa | Guru, ortu, sekolah |
Menyeimbangkan Keduanya
Kesalahan umum: terlalu banyak sumatif, terlalu sedikit formatif. Akibatnya, guru baru tahu siswa tidak paham setelah ujian — terlambat untuk intervensi. Idealnya:
- Setiap pertemuan ada minimal satu bentuk asesmen formatif
- Asesmen sumatif lingkup materi dilakukan setiap 2-4 minggu
- Asesmen sumatif akhir semester menjadi “konklusi” bukan satu-satunya penilaian