Transisi dari Kurikulum 2013 (K13) ke Kurikulum Merdeka membawa perubahan signifikan yang perlu dipahami setiap guru. Artikel ini membandingkan keduanya secara komprehensif agar Anda bisa beradaptasi dengan lebih mudah.
Perbandingan Dokumen Kurikulum
| Aspek | Kurikulum 2013 | Kurikulum Merdeka |
|---|---|---|
| Dokumen standar | KI & KD per kelas | CP per fase (2-3 tahun) |
| Urutan pembelajaran | Silabus (ditetapkan pusat) | ATP (dikembangkan guru/sekolah) |
| Rencana pembelajaran | RPP | Modul Ajar |
| Dokumen sekolah | KTSP | KOSP |
Perubahan dalam Pendekatan Pembelajaran
Dari KI-KD ke CP
K13 memiliki Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang sangat rinci per kelas, memberikan sedikit ruang bagi guru untuk beradaptasi. Kurikulum Merdeka menggantinya dengan Capaian Pembelajaran (CP) yang lebih luas per fase, memberi guru keleluasaan dalam menentukan kedalaman dan urutan materi.
Dari RPP ke Modul Ajar
RPP K13 sering dituntut berformat sangat spesifik (termasuk format 1 halaman vs format lengkap yang menjadi kontroversial). Modul Ajar Kurikulum Merdeka lebih fleksibel dalam format namun lebih kaya dalam komponen — termasuk pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik, dan rencana diferensiasi.
Penekanan pada Diferensiasi
K13 cenderung mengasumsikan semua siswa di kelas yang sama berada pada level yang sama. Kurikulum Merdeka secara eksplisit mendorong diferensiasi untuk mengakomodasi variasi kemampuan siswa.
Perubahan dalam Penilaian
| Aspek Penilaian | K13 | Kurikulum Merdeka |
|---|---|---|
| Penilaian sikap | KI-1 (spiritual) & KI-2 (sosial) terpisah | Profil Pelajar Pancasila (holistik) |
| Standar ketuntasan | KKM per KD | Tidak ada KKM — berbasis deskripsi capaian |
| Jenis penilaian | UH, UTS, UAS | Asesmen Formatif, SLM, SAS |
| Rapor | Nilai angka + predikat | Nilai & deskripsi capaian per elemen |
Komponen Baru: Projek P5
Salah satu penambahan paling signifikan dalam Kurikulum Merdeka adalah alokasi waktu khusus untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Ini tidak ada analognya di K13. P5 mengambil 20-30% dari jam pelajaran dan dilaksanakan sebagai proyek lintas disiplin.
Yang Tetap Sama
Tidak semua berubah. Yang tetap relevan dari K13:
- Pendekatan saintifik (5M: mengamati, menanya, mengumpulkan info, mengasosiasi, mengomunikasikan)
- Pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman
- Nilai-nilai karakter dalam setiap pembelajaran
- Prinsip-prinsip asesmen autentik
Implikasi Praktis bagi Guru
Guru yang sudah berpengalaman dengan K13 tidak perlu memulai dari nol. Keterampilan mengajar yang baik tetap relevan. Yang perlu dipelajari adalah:
- Cara membaca dan menginterpretasikan CP
- Cara menyusun ATP dari CP
- Format dan komponen Modul Ajar
- Cara merancang dan melaksanakan P5
- Sistem penilaian berbasis deskripsi capaian (tanpa KKM)