Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP dalam Kurikulum Merdeka mengacu pada pendekatan komunikatif berbasis genre. Artinya, siswa belajar bahasa dalam konteks penggunaan nyata — bukan sekadar menghafal tata bahasa. Modul Ajar yang baik harus mencerminkan prinsip ini.
Genre-Based Approach (GBA) mengajarkan siswa tentang:
Dengan memahami ketiga aspek ini, siswa dapat memproduksi teks yang efektif dalam berbagai konteks kehidupan.
Guru memulai dengan menampilkan foto-foto tempat terkenal di Indonesia (Danau Toba, Raja Ampat, Borobudur). Siswa berdiskusi apa yang membuat tempat tersebut menarik. Kemudian guru menyajikan contoh descriptive text dan bersama-sama menganalisis strukturnya (identification + description) serta fitur kebahasaannya (adjectives, simple present, sensory language).
Seluruh kelas bersama-sama menulis sebuah descriptive text tentang lingkungan sekolah. Guru bertindak sebagai “scribe” di papan tulis, sementara siswa menyumbangkan ide dan kalimat. Proses ini mengeksplisitkan bagaimana keputusan menulis dibuat.
Siswa memilih tempat favorit mereka (boleh di desa, kota, atau tempat wisata yang pernah dikunjungi) dan menulis descriptive text secara mandiri. Diakhiri dengan sesi “gallery walk” di mana tulisan ditempel di dinding dan siswa memberi komentar tertulis menggunakan sticky notes.
Asesmen Membaca: Comprehension questions dan identification tasks terhadap teks model.
Asesmen Menulis: Teks deskriptif mandiri, dinilai dengan rubrik (content, organization, vocabulary, grammar, mechanics).
Asesmen Berbicara: Presentasi lisan teks deskriptif, dinilai pada pronunciation, fluency, dan confidence.
Teknologi dapat memperkaya pembelajaran Bahasa Inggris SMP: