SMA
Bahasa Indonesia
Contoh Modul Ajar Deep Learning SMA Kelas 10 Bahasa Indonesia
school Kurikulum Merdeka
calendar_today 15 Jul 2026
visibility Publik & Gratis
Informasi Umum
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Jenjang / Kelas | SMA / Kelas 10 (Fase E) |
| Alokasi Waktu | 6 JP × 45 menit (3 pertemuan) |
| Model Pembelajaran | Deep Learning — Critical Literacy & Genre-Based Approach |
| Profil Pelajar Pancasila | Bernalar Kritis, Kreatif, Mandiri |
Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi.
- Peserta didik dapat mengevaluasi keakuratan informasi dalam teks laporan hasil observasi menggunakan perspektif kritis.
- Peserta didik dapat menyusun teks laporan hasil observasi yang koheren, akurat, dan menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat.
Pemahaman Bermakna & Pertanyaan Pemantik
Pemahaman Bermakna: Teks laporan hasil observasi bukan sekadar deskripsi — ia adalah cara ilmiah untuk merekam dan mengomunikasikan pengetahuan. Kemampuan ini dibutuhkan di setiap bidang ilmu dan profesi.
- Apa bedanya "melihat" dan "mengobservasi"? Apakah semua orang bisa melakukan observasi ilmiah?
- Mengapa wartawan, ilmuwan, dan hakim semuanya membutuhkan kemampuan observasi yang tajam?
- Pernahkah kamu membaca berita yang "faktanya" berbeda dari kenyataan? Bagaimana bisa terjadi?
Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1: Bedah Teks Secara Kritis
Pendahuluan (10 menit)
- Guru menampilkan dua versi laporan observasi tentang topik yang sama (satu akurat, satu mengandung bias) — siswa menebak mana yang lebih ilmiah.
Inti (70 menit)
- Analisis struktur teks: siswa membaca laporan observasi pilihan dan mengidentifikasi pernyataan umum, deskripsi bagian, dan simpulan.
- Identifikasi kaidah kebahasaan: kata benda teknis, kalimat definisi, konjungsi klasifikasi.
- Evaluasi kritis: apakah observasi yang dilaporkan dapat dipercaya? Apa buktinya?
Pertemuan 2: Observasi Lapangan
Inti (80 menit)
- Siswa melakukan observasi langsung terhadap objek yang dipilih (lingkungan sekolah, kantin, perpustakaan, atau fenomena alam).
- Pengisian lembar observasi terstruktur: apa yang dilihat, didengar, diukur, dan dicatat secara objektif.
- Penting: siswa diminta memisahkan "fakta" dari "interpretasi" dalam catatan mereka.
Pertemuan 3: Penulisan & Peer Review
Inti (70 menit)
- Siswa menyusun teks laporan hasil observasi berdasarkan data lapangan (minimal 400 kata).
- Peer review berpasangan menggunakan rubrik: struktur, keakuratan, kaidah bahasa, objektivitas.
- Revisi berdasarkan umpan balik teman.
Asesmen
Formatif: Lembar observasi lapangan, komentar peer review.
Sumatif: Teks laporan hasil observasi final (dinilai dengan rubrik 4 dimensi: struktur 25%, akurasi data 30%, kaidah bahasa 25%, objektivitas 20%).
Pengayaan & Remedial
Pengayaan: Siswa mempublikasikan laporan terbaik di majalah dinding sekolah atau media sosial sekolah.
Remedial: Analisis teks model secara terpandu dengan guru, fokus pada identifikasi struktur dasar.
Buat Modul Ajar Versi Anda Sendiri dalam 60 Detik
Contoh di atas bersifat umum. Dengan PijarAI, Anda bisa generate Modul Ajar yang persis sesuai jenjang, fase, mata pelajaran, model pembelajaran, dan kondisi kelas Anda — lengkap dengan ATP, asesmen, LKPD, dan Profil Pelajar Pancasila.
? Coba Generator Modul Ajar Gratis
Tidak perlu kartu kredit · Gratis untuk dicoba · Sesuai Kurikulum Merdeka