SMK
Teknik Otomotif
Contoh Modul Ajar Deep Learning SMK Teknik Otomotif
school Kurikulum Merdeka
calendar_today 15 Jul 2026
visibility Publik & Gratis
Informasi Umum
| Program Keahlian | Teknik Kendaraan Ringan Otomotif |
| Jenjang / Kelas | SMK / Kelas 11 (Fase F) |
| Alokasi Waktu | 8 JP × 45 menit (2 pertemuan teori + praktik) |
| Model Pembelajaran | Deep Learning — Problem-Based Learning berbasis industri nyata |
| Profil Pelajar Pancasila | Bernalar Kritis, Mandiri, Bergotong Royong |
Tujuan Pembelajaran
- Peserta didik dapat mendiagnosis kerusakan sistem rem cakram kendaraan bermotor berdasarkan gejala-gejala yang muncul.
- Peserta didik dapat melakukan prosedur pemeriksaan dan perawatan sistem rem cakram sesuai SOP industri.
- Peserta didik dapat menganalisis penyebab kerusakan dan menentukan tindakan perbaikan yang tepat.
Pemahaman Bermakna & Pertanyaan Pemantik
Pemahaman Bermakna: Sistem rem yang berfungsi baik adalah masalah keselamatan jiwa — bukan sekadar kenyamanan berkendara. Seorang teknisi yang kompeten harus mampu mendeteksi masalah sebelum terjadi kecelakaan.
- Apa yang terjadi pada mobil jika rem tiba-tiba blong di jalan tol? Siapa yang bertanggung jawab?
- Bagaimana cara mengetahui rem mulai bermasalah sebelum benar-benar rusak?
- Apa perbedaan antara rem cakram dan rem tromol? Mengapa mobil modern lebih banyak menggunakan cakram?
Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1: Diagnosis Berbasis Kasus Nyata (Teori + Simulasi)
Pendahuluan (20 menit)
- Guru menampilkan video kasus nyata: recall kendaraan akibat masalah sistem rem. Diskusi: apa dampaknya bagi produsen, pengemudi, dan masyarakat?
Inti (140 menit)
- Presentasi singkat: komponen sistem rem cakram dan fungsinya (kaliper, rotor, pad, master silinder, minyak rem).
- Studi kasus: Siswa mendapat "kartu gejala" (bunyi decitan, pedal terasa keras, mobil menarik ke satu sisi, getaran saat pengereman) — mereka diminta mendiagnosis penyebab dan komponen yang bermasalah.
- Diskusi kelompok: bandingkan diagnosis antar kelompok, temukan konsensus, presentasikan argumen.
Pertemuan 2: Praktik Bengkel Terstruktur (Hands-on)
Inti (300 menit)
- Siswa bekerja dalam kelompok 3 orang dengan 1 unit kendaraan latihan.
- Prosedur kerja: inspeksi visual ? pengukuran ketebalan pad dan rotor ? pemeriksaan kaliper ? pengecekan minyak rem ? dokumentasi temuan.
- Setiap temuan dicatat di lembar kerja diagnosis standar industri.
- Siswa menentukan apakah komponen perlu "servis", "ganti", atau "masih aman" beserta alasannya.
Penutup (60 menit)
- Presentasi laporan diagnosis dari setiap kelompok. Instruktur memberikan umpan balik langsung seperti dalam skenario bengkel profesional.
Asesmen
Formatif: Kartu diagnosis kelompok (kebenaran identifikasi gejala dan penyebab).
Sumatif: Uji kompetensi praktik: siswa secara individual melakukan pemeriksaan sistem rem dan mengisi laporan diagnosis dalam waktu 90 menit. Dinilai: kebenaran prosedur (40%), keakuratan diagnosis (35%), keselamatan kerja (25%).
Pengayaan & Remedial
Pengayaan: Studi banding sistem rem ABS (Anti-lock Braking System) pada kendaraan modern — cara kerja, kelebihan, dan cara diagnosis.
Remedial: Pendampingan individual di bengkel sekolah dengan instruktur sampai prosedur dikuasai.
Buat Modul Ajar Versi Anda Sendiri dalam 60 Detik
Contoh di atas bersifat umum. Dengan PijarAI, Anda bisa generate Modul Ajar yang persis sesuai jenjang, fase, mata pelajaran, model pembelajaran, dan kondisi kelas Anda — lengkap dengan ATP, asesmen, LKPD, dan Profil Pelajar Pancasila.
? Coba Generator Modul Ajar Gratis
Tidak perlu kartu kredit · Gratis untuk dicoba · Sesuai Kurikulum Merdeka