auto_awesome

Ini adalah contoh Modul Ajar dari perpustakaan PijarAI. Daftar gratis untuk membuat Modul Ajar versi Anda sendiri — sesuai jenjang, fase, dan kondisi kelas — dalam 60 detik.

SMP Bahasa Indonesia

Contoh Modul Ajar Bahasa Indonesia Fase D Kurikulum Merdeka

school Kurikulum Merdeka
calendar_today 15 Jul 2026
visibility Publik & Gratis

Menyusun Modul Ajar Bahasa Indonesia Fase D untuk jenjang SMP membutuhkan pemahaman mendalam tentang Capaian Pembelajaran (CP) dan karakteristik siswa kelas 7 hingga 9. Artikel ini menyajikan contoh lengkap yang bisa langsung Anda adaptasi.

Apa Itu Fase D dalam Kurikulum Merdeka?

Fase D mencakup kelas 7, 8, dan 9 (SMP/MTs). Pada fase ini, siswa diharapkan mampu membaca berbagai jenis teks dengan kritis, menghasilkan teks tulis dan lisan yang komunikatif, serta mulai mengembangkan perspektif kritis terhadap informasi yang mereka terima.

Contoh Modul Ajar Bahasa Indonesia Fase D: Teks Berita

A. Informasi Umum

  • Nama Penyusun: [Nama Guru]
  • Instansi: SMP Negeri [X]
  • Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
  • Fase / Kelas: D / Kelas 7
  • Alokasi Waktu: 4 JP (2 pertemuan × 2 JP)
  • Kompetensi Awal: Siswa telah mampu membaca teks sederhana dan memahami ide pokok
  • Profil Pelajar Pancasila: Bernalar Kritis, Mandiri, Gotong Royong
  • Model Pembelajaran: Discovery Learning berbasis teks

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu:

  1. Mengidentifikasi unsur-unsur teks berita (5W+1H) dengan tepat
  2. Membandingkan dua teks berita dari sumber berbeda secara kritis
  3. Menulis teks berita sederhana berdasarkan peristiwa di lingkungan sekolah

C. Pemahaman Bermakna

Memahami struktur dan unsur teks berita membantu siswa menjadi pembaca dan konsumen informasi yang lebih cerdas di era digital, serta mengembangkan kemampuan mereka untuk memverifikasi kebenaran berita.

D. Pertanyaan Pemantik

  • “Pernahkah kamu membaca berita yang ternyata tidak benar? Bagaimana kamu mengetahuinya?”
  • “Apa yang membuat sebuah berita dapat dipercaya?”

E. Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan 1 (2 JP)

Pendahuluan (10 menit): Guru menampilkan dua headline berita yang kontras. Siswa berdiskusi singkat tentang perbedaannya. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

Inti (60 menit):

  • Siswa membaca teks berita yang disiapkan guru (individu, 10 menit)
  • Siswa mengisi lembar identifikasi 5W+1H (siapa, apa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana)
  • Diskusi kelompok: membandingkan hasil temuan masing-masing anggota
  • Presentasi hasil diskusi oleh perwakilan kelompok

Penutup (10 menit): Refleksi: siswa menuliskan satu hal baru yang dipelajari hari ini.

Pertemuan 2 (2 JP)

Pendahuluan (10 menit): Review pertemuan sebelumnya. Guru menjelaskan tugas menulis teks berita.

Inti (60 menit):

  • Siswa memilih peristiwa di lingkungan sekolah sebagai bahan berita
  • Siswa melakukan wawancara singkat dengan teman sebagai narasumber
  • Siswa menulis draft teks berita menggunakan struktur 5W+1H
  • Peer review: saling memberikan masukan terhadap tulisan teman

Penutup (10 menit): Siswa merevisi tulisan berdasarkan masukan. Guru memberikan apresiasi.

F. Asesmen

Asesmen Diagnostik: Pertanyaan lisan di awal pertemuan tentang pengalaman membaca berita siswa.

Asesmen Formatif: Observasi diskusi kelompok, lembar identifikasi 5W+1H (dinilai ketepatan dan kelengkapan).

Asesmen Sumatif: Teks berita yang ditulis siswa, dinilai menggunakan rubrik yang mencakup struktur, kelengkapan unsur, keakuratan fakta, dan keterbacaan.

G. Pengayaan dan Remedial

Pengayaan: Siswa yang telah melampaui TP diminta menulis opini singkat tentang isu dalam berita yang mereka baca.

Remedial: Siswa yang belum mencapai TP diberikan scaffolding berupa template teks berita yang sebagian sudah terisi.

Tips Mengembangkan Modul Ajar Bahasa Indonesia Fase D

  • Pilih teks autentik: Gunakan teks berita, artikel, atau karya sastra yang benar-benar relevan dengan kehidupan siswa, bukan teks buatan yang terlalu kaku
  • Integrasikan literasi digital: Siswa Fase D sudah akrab dengan teknologi, manfaatkan ini untuk aktivitas verifikasi informasi online
  • Variasikan moda teks: Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka mencakup teks multimodal — gabungkan teks tulis, visual, dan audio dalam pembelajaran
  • Fokus pada proses: Asesmen menulis sebaiknya menilai proses (brainstorming, draft, revisi) bukan hanya produk akhir
  • Diferensiasi: Sediakan teks dengan tingkat keterbacaan berbeda untuk mengakomodasi variasi kemampuan siswa

Komponen CP Bahasa Indonesia yang Perlu Diperhatikan

CP Bahasa Indonesia Fase D terbagi dalam lima elemen: Menyimak, Membaca dan Memirsa, Berbicara dan Mempresentasikan, Menulis, serta Membaca dan Memirsa Karya Sastra. Pastikan Modul Ajar Anda menyeimbangkan cakupan kelima elemen ini dalam satu semester.

Menggunakan AI untuk Mempercepat Penyusunan Modul Ajar

Menyusun Modul Ajar secara manual membutuhkan waktu berjam-jam. Dengan platform seperti PijarAI, guru dapat menghasilkan draf Modul Ajar Bahasa Indonesia Fase D dalam hitungan menit, lalu merevisinya sesuai kebutuhan kelas. Ini bukan menggantikan keahlian guru — melainkan mengalihkan energi dari penulisan administratif ke interaksi bermakna dengan siswa.

arrow_back Semua Contoh auto_awesome Buat Modul Ajar Saya