IPS Kelas 7 dalam Kurikulum Merdeka dirancang sebagai mata pelajaran terpadu yang menggabungkan geografi, sejarah, ekonomi, dan sosiologi dalam satu bingkai tema. Ini berbeda dari kurikulum sebelumnya yang memisahkan keempat disiplin tersebut.
Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran IPS yang kontekstual dan bermakna. Guru tidak lagi mengajar geografi secara terpisah dari sejarah — melainkan membangun pemahaman tentang bagaimana kondisi geografis memengaruhi perkembangan sejarah, ekonomi, dan budaya suatu masyarakat.
Siswa bekerja berpasangan menggunakan peta fisik Indonesia untuk mengidentifikasi berbagai bentang alam. Guru mengajukan pertanyaan panduan untuk mendorong pengamatan kritis. Siswa mencatat temuan pada lembar observasi.
Kelompok siswa mendapatkan studi kasus komunitas di daerah berbeda (pantai, pegunungan, kota). Mereka menganalisis bagaimana kondisi geografis memengaruhi mata pencaharian, kuliner, pakaian adat, dan rumah tradisional komunitas tersebut.
Jika memungkinkan, siswa melakukan pengamatan lingkungan sekitar sekolah dan wawancara singkat dengan warga. Alternatifnya, guru menyediakan video dokumenter tentang berbagai komunitas di Indonesia.
Siswa mempresentasikan peta tematik atau infografis hasil karya kelompok. Sesi tanya jawab antar kelompok mendorong pemikiran kritis. Diakhiri dengan refleksi tentang keberagaman Indonesia.
Modul Ajar IPS kelas 7 sangat potensial untuk diintegrasikan dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tema “Kearifan Lokal” atau “Rekayasa dan Teknologi” (dalam konteks pertanian tradisional vs modern) bisa menjadi jembatan antara IPS intrakurikuler dan proyek kokurikuler.
Hindari ujian pilihan ganda semata untuk IPS. Gunakan asesmen autentik seperti:
Tantangan 1: Guru IPS sering berlatar belakang salah satu disiplin saja (misalnya geografi) dan kurang percaya diri mengajar sejarah atau ekonomi.
Solusi: Fokus pada tema besar, bukan detail setiap disiplin. Gunakan pertanyaan esensial yang melintas batas disiplin.
Tantangan 2: Sumber belajar IPS terpadu masih terbatas.
Solusi: Manfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM), video dokumenter, dan berita kontekstual sebagai sumber belajar. AI juga dapat membantu menghasilkan materi bacaan yang disesuaikan tingkat Fase D.